Minggu, 10 September 2017

KLASIFIKASI SENYAWA ORGANIK

KLASIFIKASI SENYAWA ORGANIK

https://www.ilmukimia.org/wp-content/uploads/2012/12/senyawa2Borganik-1-1.jpg
            Senyawa organik adalah senyawa yang banyak mengandung unsur karbon dan unsur lainnya seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, dan fosfor dalam jumlah sedikit. Ada jutaan senyawa organik dan untuk mempermudah dalam mempelajarinya, senyawa organik diklasifikasikan kedalam berbagai kelompok dan sub kelompok. Secara umum, senyawa organik dikategorikan sebagai berikut:

  A. Senyawa Rantai Terbuka (Alifatik)
           Senyawa ini mengandung sistem rantai terbuka dari atom karbon. Rantai dapat berupa rantai lurus (tidak bercabang), atau bercabang. Senyawa rantai terbuka disebut senyawa alifatik. Alifatik berasal dari bahasa Yunani Aleiphar yang berarti lemak, sebagaimana senyawa ini sebelumnya diperoleh dari lemak hewani atau nabati
Senyawa alifatik dibedakan menjadi :
  1. Hidrokarbon jenuh/tersaturasi adalah hidrokarbon yang paling sederhana. Hidrokarbon ini seluruhnya terdiri dari ikatan tunggal dan terikat dengan hidrogen. Rumus umum untuk hidrokarbon tersaturasi adalah CnH2n+2.Hidrokarbon jenuh merupakan komposisi utama pada bahan bakar fosil dan ditemukan dalam bentuk rantai lurus maupun bercabang. Hidrokarbon dengan rumus molekul sama tapi rumus strukturnya berbeda dinamakan isomer struktur.
  2. Hidrokarbon tak jenuh/tak tersaturasi adalah hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap, baik rangkap dua maupun rangkap tiga. Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua disebut dengan alkena, dengan rumus umum CnH2n.Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap tiga disebut alkuna, dengan rumus umum CnH2n-2. 

Hasil gambar untuk contoh senyawa rantai lurus
       Hidrokarbon alkana, alkena dan alkuna adalah senyawa alifatik, seperti asam lemak dan banyak senyawa lainnya. Kebanyakan senyawa yang mengandung cincin adalah senyawa aromatik. Dengan demikian, senyawa alifatik adalah kebalikan dari senyawa aromatik. 
  • Alkana
     Alkana merupakan hidrokarbon alifatik jenuh. Kelompok senyawa ini sering disebut parafin karena sifatnya yang kurang reaktif. (Parafin berasal dari kata “parum” berarti sedikit, dan “affinis” berarti gabung; atau “parum affinis” yang berarti “berdaya gabung kecil”.) Semua senyawa alkana memiliki rumus umum CnH2n+2  dimana n adalah jumlah atom karbon. Senyawa alkane yang paling sederhana adalah metana (CH4). Seluruh atom H membentuk 4 ikatan sigma pada satu atom karbon, mengalami hibridisasi spdengan bangun molekul tetrahedral.  
  • Sifat-sifat Alkana
  1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya maksimal)
  2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
  3. Sukar bereaksi
  4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17  pada suhu adalah cair dan > C18  pada suhu kamar adalah padat
  5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah…dan bila jumlah atom C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
  6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
  7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C
  8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)
  • Deret homolog alkana
      Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama.
Sifat-sifat deret homolog alkana :
  1. ·         Mempunyai sifat kimia yang mirip
  2.            Mempunyai rumus umum yang sama
  3.       Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
  4.       Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya

Kegunaan alkana, sebagai :

• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri

Contoh alkana :

  • Alkena

       Alkena atau olefin dalam kimia organik adalah hidrokarbon tak jenuh dengan sebuah ikatan rangkap dua antara atom karbon. Alkena asiklik yang paling sederhana, yang membentuk satu ikatan rangkap dan tidak berikatan dengan gugus fungsional manapun, maka akan membentuk suatu kelompok hidrokarbon dengan rumus umum CnH2n.
 Alkena yang paling sederhana adalah etena atau etilena (C2H4) Senyawa aromatik seringkali juga digambarkan seperti alkena siklik, tapi struktur dan ciri-ciri mereka berbeda sehingga tidak dianggap sebagai alkena.
     Alkena yang paling sederhana yakni adalah atena (C2H4). Membentuk 3 ikatan sigma dan 1 ikatan pi yang terjadi pada satu atom karbon dan memiliki hibridisasi sp2 .
  • Sifat-sifat Alkena
  1. Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
  2. Alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak)
  3. Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur –> 2-metil-2-butena)
  4. Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
  5. Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %)
  6. Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
 Kegunaan Alkena sebagai :

  • Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
  • Untuk memasakkan buah-buahan
  • bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.

Contoh alkena:

  • Alkuna
Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Untuk membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron, sehingga tinggal satu elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Jumlah atom H yang dapat diikat berkurang dua, sehingga rumus umumnya menjadi : CnH2n+2 - 4H = CnH2n-2 
      Alkuna yang paling sederhana adalah metuna (C2H2). Membentuk 2 ikatan sigma dan 2 ikatan pi dalam satu atom karbonnya dan memiliki hibridisasi sp. Sifat alkuna sama dengan Alkena namun lebih reaktif. Rumus umumnya CnH2n-2. Tata namanya juga sama dengan Alkena, namun akhiran -ena diganti –una.


Kegunaan Alkuna sebagai  :
  • etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
  • untuk penerangan 
  • Sintesis senyawa lain.
Contoh alkuna :


       Dalam senyawa rantai terbuka, gugus-gugus yang terikat pada ikatan sigma dapat berotasi mengitari ikatan tersebut. Oleh karena itu atom-atom tersebut pada molekul rantai terbuka kita dapat mengasumsikan berbagai macam posisi secara relatip gugus yang satu terhadap yang lain. Misal senyawa sederhana etana, dapat memiliki banyak isomer konformasi. Isomer konformasi adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul, rumus bangun, sifat kimia dan sifat fisika yang sama tetapi berbeda posisi gugusnya secara ruang akibat rotasi bebas melalui ikatan tunggal. Untuk menggambarkan konformasi dapat digunakan dua tipe formula yaitu flying wedge drawind dan proyeksi Newman.
Sebelumnya digambar secara proyeksi Fischer lebih dahulu.







Rumus molekul CH4 dan C2H6
Ket Gambar; Garis mendatar berarti ikatan keluar bidang menuju si peninjau. Sedangkan garis ke atas berarti ikatan keluar bidang menuju miring ke atas menjauhi si peninjau dan garis ke bawa berarti keluar bidang miring ke bawah menjauhi si peninjau.


B. Senyawa Rantai Tertutup (Siklik)

          Rantai siklik dalam kimia menunjukkan rumus bangun senyawa atau gugus yang memiliki rantai karbon tertutup, baik berbentuk lingkaran maupun cincin. Penggunaannya dikontraskan dengan rantai alifatik.
Senyawa rantai tertutup terbagi menjadi dua jenis yaitu: Senyawa homosiklik, dan senyawa heterosiklik.

  C. Senyawa Homosiklik

      Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik. senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.
Senyawa ini mengandung satu atau lebih rantai tertutup (cincin) dan dikenal sebagai senyawa siklik, terdiri dari dua jenis: 
Senyawa-senyawa dimana cincin hanya terdiri dari atom carbon. Senyawa homosiklik atau senyawa karbosiklik dibagi menjadi senyawa alisiklik dan senyawa aromatik. 
  1.       Senyawa Alisiklik
            Senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup. Dimana sebuah cincin beranggota tiga atau lebih atom karbon menyerupai senyawa alifatik. Hidrokarbon alisiklik jenuh  memiliki rumus CnH2n . Contoh senyawa asiklik adalah siklopropana, siklobutana, sikloheksana.
      2. senyawa Aromatik
            Senyawa aromatik adalah kelas bahan kimia yang ditandai dengan memiliki struktur molekul yang disebut cincin benzena. Yang paling sederhana adalah kimiawi benzena, dan struktur hidrokarbon ini meminjamkan nama menjadi cincin benzena. Benzena adalah senyawa induk dari keluarga besar senyawa organik yang dikenal sebagai senyawa aromatik. Tidak seperti sikloheksana, benzena hanya berisi enam atom hidrogen, memberikan kesan bahwa cincin itu adalah tak jenuh dan setiap atom karbon berpartisipasi dalam satu ikatan rangkap. Dua struktur yang berbeda dengan ikatan tunggal dan ganda sekitar cincin dapat ditulis kembali untuk benzena.

Sifat-sifat senyawa aromatik




1. Sifat fisis
  • zat cair tidak berwarna 
  • memiliki bau yang khas
  • mudah menguap
  • benzene digunakan sebagai pelarut
  • tidak larut dalam pelarut polar seperti air tetapi larut dalam senyawa yang kurang polar   seperti eter dan tetraklorometana.
  • larut dalam berbagai pelarut organik
  • benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air
  • densitas : 0,88

  • 2. sifat kimia                     

    • bersifat toksik karsinogenik ( hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut hanya gunakan jika tidak ada alternatif lain misalnya toluena .
    • merupakan senyawa nonpolar
    • tidak begitu reaktif tetapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga 
    • lebih mudah mengalami reaksi subtitusi dari pada adisi    

  D. Senyawa Heterosiklik
     Senyawa heterosiklik adalah senyawa siklik yang pada cincinnya terdapat atom hetero seperti: N,O, S, B, P dan beberapa metalloid seperti Al, Sn, As, Cu dan lain-lain. Senyawa heterosiklik berdasarkan aromatisitas juga ada yang aromatic dan non aromatic. Senyawa heterosiklik yang paling banyak adalah dengan nama atom hetero N (golongan Aza), O (golongan okso) dan S (golongan tio).


heterosiklik Ialah ketika  lebih dari satu jenis atom berada dalam satu senyawa cincin. Dalam senyawa ini umumnya satu atau lebih atom unsur seperti Nitrogen, Oksigen, atau Sulfur ada di dalam cincin. Atom selain karbon yang ada di dalam cincin disebut heteroatom. Senyawa heterosiklik selanjutnya dapat diklasifikasikan sebagai monosiklik, bisiklik dan trisiklik tergantung pada jumlah atom penyusun cincin satu, dua dan tiga.
Hasil gambar untuk contoh senyawa heterosiklik

Tatanama senyawa heterosiklik
Secara umum senyawa heterosiklik mempunyai aturan dalam tatanama baik secara TRIVIAI, maupun secara IUPAC. Secara umum maka penamaan heterosiklik diawali dengan aza untuk heterosiklik N, Okso (Oxo) untuk heterosiklik O dan Tio (Tia) untuk heterosiklik S. penamaan juga didasarkan pada jumlah cincin yaitu monosiklik dan polisiklik.

  • Cincin Monosiklik
Tatanama untuk senyawa monosiklik adalah dengan menyebutkan ukuran cincin, jenis dan posisi heteroatom dengan memberi awalan dengan aturan atau pedoman berikut.
  1. Ukuran cincin adalah merupakan pokok sesuai dengan ukuran cincin dengan ketentuan untuk masing-masing ukuran cincin: 3,4,5,6,7,8,9, dan 10 adalah; ir, et, ol, in, ep, oc, on, dan ec.
  2. Jenis hetero atom ditandai dengan awalan: oksa (oxa) untuk O, tio (tia) untuk S dan aza untuk N.
  3. Untuk lebih dari satu hetero atom yang sama diberi awalan: di, tri, tetra dan seterusnya seperti: dioksa, ditio, diaza dan seterusnya.
  4. Bila dalam suatu monoheterosiklik terdapat dua heteroatom yang berbeda maka urutan prioritas adalah: O > S > N, seperti: O – N (oksaza), S – N (tiaza) dan O – S (oksatio). 
  5. Penomoran dimulai dari atom hetero dan perputaran ke arah posisi substituent dengan jumlah nomor terkecil dan berlaku untuk 2 atau lebih atom hetero yang sama. Bila terdapat dua atau lebih atom hetero yang  berbeda maka gunakan atura (4).
  6. Senyawa yang diperoleh dari hasil hidrogenasi maka diberi awalan dihidro, tetrahidro dan seterusnya sesuai jumlah atom hydrogen yang ditambahkan kemudian diikuti nama induk yang terhidrogenasi.
      Tatanama untuk senyawa mono heterosiklik juga tergantung derajat ketidak jenuhan sekaligus juga tergantung keberadaan N dalam heterosiklik tersebut yang semuanya (termasuk aturan 1—6) disajikan dalam tabel

 Contoh:




  • Cincin Polisiklik
       Poliheterosiklik adalah senyawa heterosiklik yang mengandung dua system cincin atau lebih. Dalam tatanama dan penulisan struktur berpedoman pada aturan-aturan berikut ini.
  1. Sistem cincin yang mengandung heteroatom dibuat sebagai induk senyawa dan cincin yang bergabung dibuat sebagai awalan.
  2. Bila dua atau lebih cincin mengandung heteroatom maka cincin yang mengandung N diprioritaskan sebagai induk sebelum oksigen dan belerang tetapi dalam penomoran prioritasnya tetap adalah Oksigen.
  3. Bila ada kemungkinan dua atau induk cincin heterosiklik maka heterosiklik paling besar adalah merupakan induk.
  4. Pada aturan 2 dan 3 ada kerancuan yaitu di sisi sebelah mana cincin bergabung. Untuk mengatasi maka setiap sisi cincin induk diberi notasi huruf yang dimulai dari sisi: 1 – 2 = a, 2 – 3 = b, 3 – 4 = c dan seterusnya.
  5. Beberapa kesempatan lain untuk penggambaran orientasi cincin polisiklik adalah sebagai berikut: Jumlah cincin terbanyak adalah arah horizontal. Bagian lain dari cincin sebelah atas diletakkan disebelah kanan dan penomoran dimulai dari puncak siklik yang sebelah kanan.
         Pada prakteknya untuk tatanama suatu senyawa heterosiklik sering dipadukan antara tatanama secara trivial dan IUPAC. Selanjutnya akan dipelajari beberapa golongan senyawa heterosiklik yang sering dijumpai secara alamiah, yang pada umumnya adalah golongan heteroaromatik.




Minggu, 03 September 2017

TUGAS TERSTRUKTUR

TUGAS TERSTRUKTUR

1. Menurut Louis de Broglie bahwa elektron mempunyai sifat gelombang sekaligus juga partikel. Jelaskan Keterkaitannya dengan teori mekanika kuantum dan teori orbital molekul?
Jawaban:
Louis de Broglie (1924) menjelaskan bahwa cahaya dapat berada dalam suasana tertentu yang terdiri dari partikel-partikel, kemungkinan berbentuk partikel pada suatu waktu, yang memperlihatkan sifat-sifat seperti gelombang. Berikut pendapat Louis de Broglie :
Einstein : E = mc2
Max Planck : E = h · ʋ
sehingga untuk menghitung panjang gelombang satu partikel diperoleh :
λ = h / (m . ʋ)
dengan: 
λ = panjang gelombang (m)
m = massa partikel (kg)
ʋ = kecepatan partikel (m/s)
h = tetapan Planck (6,626 × 10–34 Joule s)
Hipotesis de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang dari elektron. Elektron mempunyai sifat difraksi seperti halnya sinar–X. Sebagai akibat dari dualisme sifat elektron sebagai materi dan sebagai gelombang, maka lintasan elektron yang dikemukakan Bohr tidak dapat dibenarkan. Gelombang tidak bergerak menurut suatu garis, melainkan menyebar pada suatu daerah tertentu.
Gagasan ini adalah timbal balik daripada gagasan partikel cahaya yang dikemukakan Max Planck. Louis de Broglie meneliti keberadaan gelombang melalui eksperimen difraksi berkas elektron. Dari hasil penelitiannya inilah diusulkan “materi mempunyai sifat gelombang di samping partikel”, yang dikenal dengan prinsip dualitas.
Sifat partikel dan gelombang suatu materi tidak tampak sekaligus, sifat yang tampak jelas tergantung pada perbandingan panjang gelombang de Broglie dengan dimensinya serta dimensi sesuatu yang berinteraksi dengannya. Pertikel yang bergerak memiliki sifat gelombang. Fakta yang mendukung teori ini adalah petir dan kilat. Kilat akan lebih dulu terjadi daripada petir. Kilat menunjukan sifat gelombang berbentuk cahaya, sedangkan petir menunjukan sifat pertikel berbentuk suara. Kelemahan dari teori atom Niels Bohr, yaitu tidak dapat menjelaskan mengapa elektron hanya boleh berada pada tingkat energi tertentu.
Hipotesis tentang gelombang materi berasal dari gagasan foton Einstein. Kemudian diterapkan Louis de Broglie pada 1922, sebelum Compton membuktikannya, untuk menurunkan Hukum Wien (1896). Ini menyatakan bahwa "bagian tenaga elektromagnet yang paling banyak dipancarkan benda (hitam) panas adalah yang frekuensinya sekitar 100 milyar kali suhu mutlak (273 + suhu Celsius) benda itu". Pekerjaan ini ternyata memberi dampak yang berkesan bagi de Broglie.
Hipotesis Louis de Broglie dan azas ketidakpastian dari Heisenberg merupakan dasar dari model Mekanika Kuantum (Gelombang) yang dikemukakan oleh ERWIN SCHRODINGER pada tahun1927, yang mengajukan konsep orbital untuk menyatakan kedudukan 1elektron  dalam atom. Orbital menyatakan suatu daerah dimana elektron paling mungkin (peluang terbesar) untuk ditemukan.
Schrodinger sependapat dengan Heisenberg bahwa kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan secara pasti, namun yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada suatu titik pada jarak tertentu dari intinya. Ruangan yang memiliki kebolehjadian terbesar ditemukannya elektron disebut Orbital.
Dalam mekanika kuantum, model orbital atom digambarkan menyerupai “awan”. Beberapa orbital bergabung membentuk kelompok yang disebut Subkulit. Persamaan gelombang ( Ψ= psi) dari Erwin Schrodinger menghasilkan tiga bilangan gelombang (bilangan kuantum) untuk menyatakan kedudukan (tingkat energi, bentuk, serta orientasi) suatu orbital, yaitu: bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut (l) dan bilangan kuantum magnetik (m).
Teori orbital molekul adalah teori yang menjelaskan ikatan kimia melalui diagram orbital molekul. Sifat magnet dan sifat-sifat molekul dapat dengan mudah dijelaskan dengan menggunakan pendekatan mekanika kuantum lain yang disebut dengan teori orbital molekul.
Dalam mekanika kuantum, model orbital atom digambarkan menyerupai “awan”. Beberapa orbital bergabung membentuk kelompok yang disebut Subkulit. Persamaan gelombang ( Ψ= psi) dari Erwin Schrodinger menghasilkan tiga bilangan gelombang (bilangan kuantum) untuk menyatakan kedudukan (tingkat energi, bentuk, serta orientasi) suatu orbital, yaitu: bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut (l) dan bilangan kuantum magnetik (m). Menurut persamaan fungsi gelombang , distribusi elektron dalam orbital dapat ditentukan melalui 3 bilangan kuantum yaitu :
a.         Bilangan kuantum utama (n = nomor lintasan elektron/kulit )
b.         Bilangan kuantum azimuth (l = menunjukkan sub-lintasan/ sub- kulit)
c.         Bilangan kuantum magnetic (m = harga orbital).
Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.
 Keterkaitan yang tampak ialah mengenai sifat magnet dan sifat molekul.
Teori Atom Mekanika Kuantum
Model atom mekanika kuantum merupakan model atom modern yang berkembang dan melengkapi kekurangan dari model atom bohr. model atom modern didasarkan pada tiga hal berikut:
  1. menurut “Louis de Broglie”, elektron bersifat gelombang dan partikel.
  2. menurut “Werner Heisenberg”, dengan asas ketidakpastian bahwa ruang disekitar inti ditemukan elektron yang disebut orbital.
  3. menurut “Erwin Schrodinger”, mengenai persamaan gelombang elektron dalam atom.
Dari ketiga hal diatas, maka diperoleh model atom modern sebagai berikut:
  1. elektron-elektron mengitari inti atom dan berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom.
  2. orbital merupakan ruang disekitar inti dimana elektron dapat ditemukan.
  3. kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.
HUBUNGAN TEORI MEKANIKA KUANTUM   DENGAN TEORI KETIDAKPASTIAN
Dari teori mekanika kuantum Werner Heisenberg (1927) seorang ahli fisika dari Jerman membuktikan bahwa tidak mungkin menentukan dengan pasti posisi elektron dan momentumnya. Heseinberg menunjukkan bahwa usaha untuk mengukur posisi elektron akan menganggu elektron itu.Hal ini menimbulkan ketidakpastian pada nilai momentum.Usaha yang dilakukan untuk mengukur momentum dengan tepat juga menimbulkan ketidakpastian dalam lokasi elektron dan inilah yang dikenal dengan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Hal ini menunjukkan bawa tidak benar jika elektron menempati orbital yang jelas dan pasti dalam gerakannya mengelilingin inti seperti yang pernah dikemukakan oleh teori atom Bohr.
 
 
2.        Bila absorpsi  sinar UV  oleh iakatn rangkap menghasilkan promosi elektron ke orbital yang berenergi lebih tinggi. Transisi elektron manakah memerlukan energi terkecil bila sikloheksena berpindah ke tingkat tereksitasi
Jawab :
Penyerapan sinar tampak atau UV menyebabkan terjadinya eksitasi molekul dari ground state (energi dasar) ke tingkat Exited state (energi yang lebih tinggi. Pengabsorbsian sinar UV atau sinar tampak oleh suatu molekul menghasilkan eksitasi elektron bonding. Akibatnya panjang gelombang absorbsi maksimum dapat dikorelasikan dengan jenis ikatan yang ada dalam molekul yang diselidiki. Oleh karena itu spektroskopi serapan molekul berguna untuk mengidentifikasi gugus fungsional yang ada dalam suatu molekul. Akan tetapi yang lebih penting adalah penggunaan spektroskopi serapan UV dan sinar tampak untuk penentuan kuantitatif senyawa-senyawa yang mengandung gugus pengabsorbsi.
Pada transisi elektronik inti-inti atom dapat dianggap berada pada posisi yang tepat. Hal ini dikenal dengan prinsip Franck-Condon. Disamping itu dalam proses transisi ini tidak semua elektron ikatan terpromosikan ke orbital antiikatan.
Berdasarkan jenis orbital tersebut maka, jenis-jenis transisi elektronik dibedakan menjadi empat macam, yakni:
1) Transisi σ → σ*
2) Transisi π → π*
3) Transisi n → π*
4) Transisi n → σ*
 Transisi elektronik menimbulkan spektra serapan pada daerah sinar tampak dan ultra violet pada senyawa-senyawa organik. Umumnya dalam molekul poliatomis terutama dalam molekul organik, orbital pengikatan atom bukan pengikatan di isi sehingga transisi elektron dengan panjang gelombang terpanjang melibatkan pengikatan elektron dari orbital molekul tidak terisi yang tertinggi ke orbital molekul tidak terisi yang terendah.
Mengapa diisebut transisi elektronik karena elektron yang menempati satu orbital dengan energi terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi jika menyerap energi, begitupun sebaliknya elektron dapatberpindah dari orbital yang memiliki energi lebih rendah jika melepaskan energi. Bila absorpsi  sinar UV  oleh ikatan rangkap menghasilkan promosi elektron ke orbital yang berenergi lebih tinggi dan jika terjadi Absorpsi / Penyerapan pada sinar tampak atau UV, hal ini akan menyebabkan terjadinya eksitasi molekul dari energi dasar ke tingkat energi yang lebih tinggi.pada proses ini penyerapan sinar UV atau sinar tampak oleh suatu molekul akan menghasilkan eksitasi elektron bonding. hal ini akan mengakibatkan panjang gelombang absorbsi maksimum dapat dikorelasikan dengan jenis ikatan yang ada dalam molekul yang diidentifikasi. Oleh karena itu spektroskopi serapan molekul dapat berguna untuk mengidentifikasi gugus fungsional yang ada dalam suatu molekul. Akan tetapi yang lebih penting adalah penggunaan spektroskopi serapan UV dan sinar tampak untuk penentuan kuantitatif senyawa-senyawa yang mengandung gugus pengabsorbsi.
Pada zat-zat pengabsorbsi ini berkaitan dengan tiga jenis transisi elektron, yaitu elektron-elektron π, σ, dan n, yang meliputi molekul atau ion organik dan sejumlah anorganik. Penyelidikan spektroskopi senyawa-senyawa organik dilakukan pada daerah UV yang panjang gelombangnya lebih besar dari 185nm.
Energi yang diterima atau diserap berupa radiasi elektromagnetik.
Bila 2 orbital atom bergabung maka salah satu orbital molekul bonding berenergi rendah atau orbital molekul anti bonding berenergi tinggi dihasilkan. Orbital molekul yang diasosiasikan dengan ikatan tunggal dalam molekul organik ditandai dengan orbital sigma dan elektron yang terlibat adalah elektron sigma.

TUGAS TERSTRUKTUR III & IV KIMIA ORGANIK 1

TUGAS TERSTRUKUR III & IV  1 1.      Megapa reaksi bersaing antara subtitusi dan eliminasi bisa terjadi? Jelaskan!    ...