ular “baru”.
Orbital molekular adalah hasil tumpang-tindih dan penggabungan orbital atomik pada molekul. Menurut pendekatan lurus (linear combination), jumlah molekuler yang bergabung sama dengan orbital atomik yang bergabung.
Dalam pembentukan molekul, orbital atom bertumpang tindih menghasilkanorbital molekul yakni fungsi gelombang elektron dalam molekul. Jumlah orbitalmolekul adalah jumlah atom, dan orbital molekul ini diklasifikasikan menjadiorbital molekul ikatan, non-ikatan, atau antiikatan sesuai dengan besarnya partisipasi orbital itu dalam ikatan antar atom. Syarat pembentukan orbitalmolekul ikatan sebagai berikut:
1.Cuping orbital atom penyusunnya cocok untuk tumpang tindih.
1.Cuping orbital atom penyusunnya cocok untuk tumpang tindih.
2.Tanda positif atau negatif cuping yang bertumpang tindih sama.
3.Tingkat energi orbital-orbital atomnya dekat.
ada pun sifat-sifat gelombang antara lain:
Membandingkan orbital ikatan dengan orbital anti-ikatan.
Berdasarkan hipotesis De Broghlie dan Heseinberg sifat atom
dalam hal ini dapat dijelaskan dengan lebih baik berdasarkan sifat
gelombangnya. Scrodinger mengungkapkan melalui persamaan fungsi gelombang bahwa
kebolehjadian menemukan elektron pada area tertentu dikenal dengan konsep
orbital yaitu area dimana elektron berpeluang besar ditemukan. Elektron dalam
orbital yang bergerak cepat akan membentuk suatu awan elektron .
Awan elektron ini
memberikan deskripsi peluang terbesar tempat elektron berada. Gerakan elektron
pada tiap orbital membentuk awan dengan pola tertentu misanya menyerupai bola,
bola terpilin atau bentuk lainnya. Geraka elektron yang sangat cepat ini
membentuk ketebalan yang berbeda ditiap ruang orbital. Semakin tebal awan
elektron semakin besar peluang elektron untuk ditemukan begitupun sebaliknya.
Menurut persamaan fungsi gelombang , distribusi elektron dala orbital dapat
ditentukan melalui 3 bilangan kuantum yaitu :
a. Bilangan
kuantum utama (n = nomor lintasan elektron/kulit )
b. Bilangan
kuantum azimuth (l = menunjukkan sub-lintasan/ sub- kulit)
c.
Bilangan kuantum magnetic (m = harga orbital).
A. Sifat Gelombang
Gelombang adalah
gejala rambatan dari suatu getaran/usikan. Gelombang akan terus terjadi
apabila sumber getaran ini bergetar terus menerus. Gelombang membawa
energi dari satu tempat ke tempat lainnya. Contoh sederhana gelombang,
apabila kita mengikatkan satu ujung tali ke tiang, dan satu ujung
talinya lagi digoyangkan, maka akan terbentuk banyak bukit dan lembah di
tali yang digoyangkan tadi, inilah yang disebut gelombang.
KesimpulanGelombang diam merupakan jenis gelombang yang dihasilkan bila orang memetik senar , contohnya seperti senar gitar yang kedua ujungnya mati. Pada saat memetik gitar , ketika gitar di petik kebawah maka gelombang bunyi akan kebawah dan jika senar gitar dipetik keatas maka gelombang bunyi akan keatas.
Gelombang = Gejala rambatan dari suatu getaran.
ada pun sifat-sifat gelombang antara lain:
a. Dipantulkan (Refleksi)
Tentunya sahabat sudah sangat mengerti tentang pemantulan ini, jadi secara garis besar saya rasa kita sudah sepaham.
Dalam pemantulan gelombang berlaku hukum pemantulan gelombang, yaitu :
- Besar sudut datangnya gelombang sama dengan sudut pantul gelombang.
- Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
b. Dibiaskan (refraksi)
Pembiasan gelombang adalah pembelokan arah rambat gelombang karena melalui medium yang berbeda kerapatannya.
c. Dipadukan (interferensi)
Perpaduan gelombang
terjadi apabila terdapat gelombang dengan frekuensi dan beda fase saling
bertemu. Hasil interferensi gelombang akan ada 2, yaitu konstruktif
(saling menguatkan) dan destruktif (saling melemahkan). Interferensi
Konstruktif terjadi saat 2 gelombang bertemu pada fase yang sama,
sedangkan interferensi destruktif terjadi saat 2 gelombang bertemu pada
fase yang berlawanan.
d. Dibelokkan/disebarkan (Difraksi)
Difraksi gelombang
adalah pembelokkan/penyebaran gelombang jika gelombang tersebut melalui
celah. Geja difraksi akan semakin tampak jelas apabila celah yang
dilewati semakin sempit.
e. Dispersi Gelombang
Dispersi adalah penyebaran bentuk gelombang ketika merambat melalui suatu medium. Dispersi tidak akan terjadi pada gelombang bunyi yang merambat melalui udara atau ruang hampa. Medium yang dapat mempertahankan bentuk gelombang tersebut disebut medium nondispersi.
f. Dispolarisasi (diserap arah getarnya)
Polarisasi adalah
peristiwa terserapnya sebagian arah getar gelombang sehingga hanya
tinggal memiliki satu arah saja. Polarisasi hanya akan terjadi pada
gelombang transversal, karena arah gelombang sesuai dengan arah
polarisasi, dan sebaliknya, akan terserap jika arah gelombang tidak
sesuai dengan arah polarisasi celah tersebut.
Sangat banyak
pemanfaatan dari gelombang dengan mempertimbangkan berbagai sifat
gelombang yang ada di sekitar kita. Beberapa diantaranya adalah
- Gelombang TV dan Radio untuk komunikasi.
- Gelombang Micro yang dimanfaatkan untuk memasak makanan atau yang kita kenal dengan microwave
- Gelombang bunyi yang sangat membantu bidang kesehatan, yaitu Ultrasonik pada peralatan USG untuk memeriksa ada tidaknya penyakit.
Bila sepasang gelombang
saling tumpang tindih , maka mereka dapat saling memperkuat atau saling berinterferensi.
Penambahan dari dua orbital atom 1s dari dua atom H yang sefase menghasilkan
orbital molekul ikatan o dengan rapat elektron yang tinggi antara inti yang
berikatan. Contohnya
dalam molekul hidrogen (H2). Orbital
1s dari satu atom hidrogen mendekati orbital 1s dari atom hidrogen kedua,
kemudian keduanya melakukan overlap orbital. Ikatan kovalen terbentuk ketika
dua orbital s mengalami overlap, disebut dengan ikatan sigma (σ). Ikatan
sigma berbentuk silindris simetris , elektron dalam ikatan ini terdistribusi
secara simetris/ berada di tengah antara dua atom yang berikatan.
Bila dua gelombang
berlawanan fase mereka slaing mengganggu. Interferensi dari dua orbital atom
yang keluar fase dari dua atom hydrogen meberikan orbital molekul dengan simpul
antar inti. Dalam orbital molekul ini kebolehjadian menemukan elektron antara
inti sangat rendah. Karena itu orbital molekul khas ini menimbulkan system
dimana kedua inti tak dilindungi oleh sepasang elektron dan intinya saling
tolak menolak. Karena tolakan inti , system ini energinya lebih tinggi daripada
system dua tom H yang mandiri. Orbital berenergi lebih tinggi ini adalah
orbital “sigma bintang “ atau o*(*artinya “anti-ikatan”)
C. Orbital Hibrida Karbon
Orbital molekul kedua
terbentuk, tetapi dalam banyak kasus (termasuk molekul hidrogen) orbital
ini kosong, tidak terisi elektron. Orbital ini disebut sebagai orbital
anti-ikatan. Orbital anti-ikatan mempunyai bentuk dan energi yang
sedikit berbeda dari orbital ikatan.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_c
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_c
Hibrida atau Hibridisasi adalah sebuah konsep bersatunya orbital-orbital atom membentuk orbital hibrid
yang baru yang sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat ikatan atom.
Konsep orbital-orbital yang terhibridisasi sangatlah berguna dalam
menjelaskan bentuk orbital molekul dari sebuah molekul. Konsep ini adalah bagian tak terpisahkan dari teori ikatan valensi. Walaupun kadang-kadang diajarkan bersamaan dengan teori VSEPR, teori ikatan valensi dan hibridisasi sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan teori VSEPR. eori hibridisasi dipromosikan oleh kimiawan Linus Pauling dalam menjelaskan struktur molekul seperti metana (CH4).
Secara historis, konsep ini dikembangkan untuk sistem-sistem kimia yang
sederhana, namun pendekatan ini selanjutnya diaplikasikan lebih luas,
dan sekarang ini dianggap sebagai sebuah heuristik yang efektif untuk
merasionalkan struktur senyawa organik.
Teori hibridisasi tidaklah sepraktis teori orbital molekul dalam hal perhitungan kuantitatif. Masalah-masalah pada hibridisasi terlihat jelas pada ikatan yang melibatkan orbital d, seperti yang terdapat pada kimia koordinasi dan kimia organologam. Walaupun skema hibridisasi pada logam transisi dapat digunakan, ia umumnya tidak akurat.
Sangatlah penting untuk dicatat bahwa orbital adalah sebuah model representasi dari tingkah laku elektron-elektron dalam molekul. Dalam kasus hibridisasi yang sederhana, pendekatan ini didasarkan pada orbital-orbital atom hidrogen. Orbital-orbital yang terhibridisasikan diasumsikan sebagai gabungan dari orbital-orbital atom yang bertumpang tindih satu sama lainnya dengan proporsi yang bervariasi.
Sangatlah penting untuk dicatat bahwa orbital adalah sebuah model representasi dari tingkah laku elektron-elektron dalam molekul. Dalam kasus hibridisasi yang sederhana, pendekatan ini didasarkan pada orbital-orbital atom hidrogen. Orbital-orbital yang terhibridisasikan diasumsikan sebagai gabungan dari orbital-orbital atom yang bertumpang tindih satu sama lainnya dengan proporsi yang bervariasi.
Orbital molekul kedua
terbentuk, tetapi dalam banyak kasus (termasuk molekul hidrogen) orbital
ini kosong, tidak terisi elektron. Orbital ini disebut sebagai orbital
anti-ikatan. Orbital anti-ikatan mempunyai bentuk dan energi yang
sedikit berbeda dari orbital ikatan.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
I. Atom Karbon
a. Hibridisasi sp3
Atom karbon memiliki dua orbital (2s dan
2p) untuk membentuk ikatan, artinya jika bereaksi dengan hidrogen maka
akan terbentuk dua ikatan C-H. Faktanya, atom karbon membentuk empat ikatan C-H
dan menghasilkan molekul metana dengan bentuk bangun ruang tetrahedron. Linus Pauling (1931)
menjelaskan secara matematis bagaimana orbital s dan tiga orbital p
berkombinasi atau terhibridisasi
membentuk empat orbital atom yang ekuivalen dengan bentuk tetrahedral.
Orbital yang berbentuk tetrahedral disebut dengan hibridisasi sp3. Angka tiga
menyatakan berapa banyak tipe orbital atom yang berkombinasi, bukan menyatakan
jumlah elektron yang mengisi orbital.
Atom karbon memiliki konfigurasi ground-state
1s2 2s2 2px1 2py1. pada kulit terluar terdapat
dua elektron dalam orbital 2s, dan dua elektron tak perpasangan dalam orbital 2p:
Pada posisi tereksitasi, karbon memiliki empat
elektron tak berpasangan dan dapat membentuk empat ikatan dengan hidrogen.
b. Hibridisasi
sp2
Hibridisasi sp2 terjadi jika satu elektron
tereksitasi ke orbital p. Akibatnya, atom karbon yang terhibridisasi sp2 hanya dapat membentuk tiga ikatan sigma
dan satu ikatan pi. Ikatan pi terjadi sebagai akibat dari tumpang tindih
elektron pada orbital 2p-2p.
Dua
atom karbon sp2 dapat saling membentuk ikatan yang kuat, mereka membentuk
ikatan sigma melalui overlap orbital sp2-sp2. Kombinasi ikatan sigma sp2-sp2 dan
ikatan pi 2p-2p menghasilkan
bentuk ikatan rangkap karbon-karbon. Bentuk bangun ruang dari ikatan atom
karbon yang terhibridisasi sp2 adalah trigonal planar.
c. Hibridisasi sp
Atom
karbon memiliki kemampuan membentuk tiga macam ikatan, yaitu ikatan tunggal,
rangkap dua dan rangkap tiga. Di samping dapat berkombinasi dengan dua atau
tiga orbital p hibrida orbital 2s
juga dapat berkombinasi dengan satu orbital p.

Orbital
sp memiliki bangun ruang linear dengan sudut ikatan HC- C sebesar 1800 yang
telah terverifikasi dari hasil eksperimental. Panjang ikatan hidrogen-karbon sebesar
1.06A dan panjang ikatan karbon-karbon adalah 1.20 A.
II. Atom Nitrogen
Ikatan kovalen tidak hanya terbentuk dalam senyawa karbon, tetapi
juga dapat dibentuk oleh atom-atrom lain. Semua ikatan kovalen yang dibentuk
oleh unsur-unsur dalam tabel periodik dapat dijelaskan dengan orbital hibrida.
Secara prinsip, pembentukan hibrida sama dengan pada atom karbon. Atom
nitrogmemiliki konfigurasi ground-state: 1s2
2s2 2px1 2py1 2pz1, dan memungkinkan atom nitrogen berikatan dengan tiga atom
hidrogen. Pada hibridisasi sp3, satu orbital sp3 diisi
oleh dua elektron dan tiga orbital sp3 diisi masingmasing satu elektron.
Nitrogen
memiliki tiga elektron tak berpasangan pada orbital hibrid sp3, ketika satu
elektron dalam orbital hibrida tersebut tereksitasi ke orbital p maka terbentuk
hibrida baru, yaitu sp2.
b. Hibridisasi sp2
Nitrogen
memiliki tiga elektron tak berpasangan pada orbital hibrid sp3, ketika satu
elektron dalam orbital hibrida tersebut tereksitasi ke orbital p maka terbentuk
hibrida baru, yaitu sp2. Elektron pada orbital p digunakan untuk membentuk
ikatan pi. Jadi, atom nitrogen yang terhibridisasi sp2 memiliki satu ikatan pi
yang digunakan untuk membentuk ikatan rangkap dua, mirip dengan molekul etena.
c. Hibridisasi sp
Apabila
elektron yang tereksitasi ke orbital p ada dua maka nitrogen memiliki kemampuan
membentuk dua ikatan pi atau satu ikatan rangkap tiga (hibridisasi sp).
III. Atom Oksigen
a. Hidrolisis sp3
Elektron
pada ground-state atom oksigen memiliki konfigurasi: 1s2 2s2 2px2 2py1 2pz1,
dan oksigen merupakan atom divalen. Dengan melihat konfigurasi elektronnya,
dapat diprediksi bahwa oksigen mampu membentuk dua ikatan sigma karena pada
kulit terluarnya terdapat dua elektron tak berpasangan (2py dan 2pz).
b. Hidrolisisi sp2
Oksigen
juga dapat terhibridisasi sp2, yaitu dengan mempromosikan satu elektronnya ke
orbital p. Dalam kondisi ini, oksigen hanya memiliki satu ikatan sigma, tetapi juga
memilki satu ikatan pi. Contoh molekul yang memiliki atom oksigen
terhibridisasi sp2 adalah pada senyawa-senyawa karbonil.
Orbital molekul kedua
terbentuk, tetapi dalam banyak kasus (termasuk molekul hidrogen) orbital
ini kosong, tidak terisi elektron. Orbital ini disebut sebagai orbital
anti-ikatan. Orbital anti-ikatan mempunyai bentuk dan energi yang
sedikit berbeda dari orbital ikatan.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Orbital molekul kedua
terbentuk, tetapi dalam banyak kasus (termasuk molekul hidrogen) orbital
ini kosong, tidak terisi elektron. Orbital ini disebut sebagai orbital
anti-ikatan. Orbital anti-ikatan mempunyai bentuk dan energi yang
sedikit berbeda dari orbital ikatan.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Orbital atom setengah
isi pada tiap atom mengalami tumpang-tindih (overlap) untuk membentuk
orbital baru (orbital molekul) yang berisi dua elektron dari kedua atom.
Pada kasus dua atom hidrogen, masing-masing atom mempunyai satu
elektron dalam orbital 1s. Atom-atom hidrogen ini akan membentuk orbital
baru di sekitar kedua inti hidrogen. Adalah penting mengetahui secara
pasti apakah arti dari orbital molekul ini. Kedua elektron sangat
mungkin ditemukan di orbital molekul ini – dan tempat yang paling
mungkin untuk menemukan elektron adalah di daerah yang berada diantara
garis dua inti. Molekul dapat terbentuk karena kedua inti atom
tarik-menarik dengan kuat dengan pasangan elektron. Ikatan yang paling
sederhana ini disebut ikatan sigma – suatu ikatan sigma adalah ikatan
dimana pasangan elektron paling mungkin ditemukan pada garis diantara
dua inti.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Pada pembahasan ini
diasumsikan bahwa anda telah memahami bagaimana terbentuknya ikatan
kovalen sederhana diantara dua atom. Orbital atom setengah isi pada tiap
atom mengalami tumpang-tindih (overlap) untuk membentuk orbital baru
(orbital molekul) yang berisi dua elektron dari kedua atom. Pada kasus
dua atom hidrogen, masing-masing atom mempunyai satu elektron dalam
orbital 1s. Atom-atom hidrogen ini akan membentuk orbital baru di
sekitar kedua inti hidrogen.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Pada pembahasan ini
diasumsikan bahwa anda telah memahami bagaimana terbentuknya ikatan
kovalen sederhana diantara dua atom. Orbital atom setengah isi pada tiap
atom mengalami tumpang-tindih (overlap) untuk membentuk orbital baru
(orbital molekul) yang berisi dua elektron dari kedua atom. Pada kasus
dua atom hidrogen, masing-masing atom mempunyai satu elektron dalam
orbital 1s. Atom-atom hidrogen ini akan membentuk orbital baru di
sekitar kedua inti hidrogen.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Orbital atom setengah
isi pada tiap atom mengalami tumpang-tindih (overlap) untuk membentuk
orbital baru (orbital molekul) yang berisi dua elektron dari kedua atom.
Pada kasus dua atom hidrogen, masing-masing atom mempunyai satu
elektron dalam orbital 1s. Atom-atom hidrogen ini akan membentuk orbital
baru di sekitar kedua inti hidrogen.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Orbital atom setengah
isi pada tiap atom mengalami tumpang-tindih (overlap) untuk membentuk
orbital baru (orbital molekul) yang berisi dua elektron dari kedua atom.
Pada kasus dua atom hidrogen, masing-masing atom mempunyai satu
elektron dalam orbital 1s. Atom-atom hidrogen ini akan membentuk orbital
baru di sekitar kedua inti hidrogen.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap




